reachfar – Pemerintahan Presiden Donald Trump mengumumkan penundaan penerapan tarif impor mobil sebesar 25% untuk produk dari Meksiko dan Kanada hingga akhir tahun 2025. Keputusan ini menjadi perluasan dari penangguhan satu bulan yang sebelumnya diberlakukan pada awal Maret.
Latar Belakang Kebijakan
Kebijakan tarif 25% untuk mobil impor dari kedua negara tetangga AS ini awalnya direncanakan berlaku pada 5 Maret 2025. Namun, setelah tekanan dari industri otomotif domestik dan permintaan produsen seperti General Motors (GM), Ford, dan Stellantis, Gedung Putih memutuskan untuk memperpanjang tenggat hingga 31 Desember 2025.
Dalam pernyataan resmi, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menjelaskan, “Penundaan ini memberi waktu bagi perusahaan untuk menyesuaikan rantai pasokan dan memindahkan lebih banyak produksi ke AS tanpa merusak daya saing mereka di bawah Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (USMCA)”. Trump menegaskan bahwa tujuan akhir kebijakan ini adalah mendorong investasi dan lapangan kerja di sektor otomotif domestik.
Reaksi dari Meksiko dan Kanada
Pemerintah Meksiko menyambut baik keputusan ini, meski sebelumnya mengkritik kebijakan tarif sebagai “langkah mundur” yang bertentangan dengan semangat USMCA11. Asosiasi bisnis Meksiko, Coparmex, memperingatkan bahwa tarif 25% berpotensi memicu resesi dan melemahkan nilai peso terhadap dolar AS.
Sementara itu, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyatakan bahwa Ottawa akan terus mendorong pembebasan tarif permanen. “Kami berkomitmen menjaga hubungan dagang yang adil dengan AS, tetapi tarif ini tidak memiliki dasar yang kuat,” ujarnya.
Dampak pada Industri dan Konsumen
Analis memperkirakan, tarif 25% akan menambah biaya produksi mobil hingga US$6.000 per unit, yang berpotensi meningkatkan harga kendaraan di pasar AS14. Sektor pertanian dan energi Kanada juga dikhawatirkan terdampak, terutama ekspor minyak mentah dan listrik yang dikenai tarif 10%.
Di sisi lain, penundaan ini memberi kelegaan sementara bagi produsen yang rantai pasokannya terintegrasi di Amerika Utara. Sebagai contoh, pabrik mobil AS di Alabama tetap bergantung pada suku cadang dari Meksiko.
Langkah Selanjutnya
Pemerintah AS akan mengevaluasi kembali kepatuhan Meksiko dan Kanada dalam membatasi arus migran ilegal dan perdagangan narkoba sebagai syarat pencabutan tarif permanen. Sementara itu, tarif 20% untuk produk China tetap berlaku tanpa penundaan.