masyarakat-aceh-antusias-antre-beli-daging-untuk-tradisi-meugang-jelang-ramadan

reachfar – Menjelang bulan suci Ramadan, masyarakat Aceh kembali menggelar tradisi Meugang, yaitu membeli dan memasak daging sapi atau kerbau untuk dinikmati bersama keluarga. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk persiapan menyambut bulan puasa yang penuh berkah.

Meugang adalah tradisi khas Aceh yang dilakukan tidak hanya menjelang Ramadan, tetapi juga sebelum Idul Fitri dan Idul Adha. Tradisi ini melibatkan pembelian daging dalam jumlah besar, yang kemudian dimasak dan disantap bersama-sama oleh keluarga dan kerabat.

Menurut beberapa sumber, tradisi Meugang biasanya dilakukan satu atau dua hari sebelum Ramadan. Pada hari-hari tersebut, pasar tradisional di Aceh dipadati oleh warga yang antre untuk membeli daging sapi atau kerbau. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, meskipun harga daging sering kali melonjak drastis menjelang tradisi ini.

Salah satu warga Banda Aceh, Ibu Nurhayati, mengungkapkan bahwa Meugang adalah momen yang sangat dinantikan. “Meugang adalah saat kami berkumpul dengan keluarga besar, memasak bersama, dan menikmati hidangan daging yang lezat. Ini adalah tradisi yang sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

masyarakat-aceh-antusias-antre-beli-daging-untuk-tradisi-meugang-jelang-ramadan

Selain sebagai momen kebersamaan, Meugang juga memiliki nilai sosial yang tinggi. Masyarakat sering kali mengumpulkan uang untuk membeli hewan sembelihan, yang kemudian dagingnya dibagikan kepada seluruh anggota keluarga dan tetangga. Hal ini menunjukkan semangat gotong royong dan solidaritas yang kuat di antara masyarakat Aceh.

Namun, lonjakan permintaan daging menjelang Meugang sering kali menyebabkan kenaikan harga yang signifikan. Harga daging sapi bisa naik dari Rp130.000 per kilogram menjadi Rp180.000 hingga Rp190.000 per kilogram. Meskipun demikian, masyarakat tetap antusias untuk membeli daging demi menjaga tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini.

Tradisi Meugang juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Aceh. Banyak wisatawan yang tertarik untuk menyaksikan dan ikut serta dalam tradisi ini, merasakan kehangatan dan kebersamaan yang kental dalam setiap momen Meugang.

Dengan adanya tradisi Meugang, diharapkan semangat kebersamaan dan solidaritas di antara masyarakat Aceh semakin meningkat. Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang untuk menyambut bulan suci Ramadan, tetapi juga sebagai wujud dari kekayaan budaya dan tradisi yang dimiliki oleh masyarakat Aceh. Semoga tradisi Meugang tetap lestari dan terus menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Aceh.