survei-40-responden-di-indonesia-belum-siap-hadapi-serangan-siber-menggunakan-ai

reachfar – Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) membawa serta tantangan keamanan baru yang kompleks. Sebuah survei terbaru dari 2024 AI Readiness Index mengungkapkan bahwa hanya 40% responden di Indonesia yang merasa siap untuk mendeteksi dan mencegah penyusupan atau serangan siber menggunakan AI.

Survei ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden di Indonesia masih belum siap menghadapi ancaman siber yang semakin canggih dengan menggunakan teknologi AI. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat serangan siber yang menggunakan AI dapat lebih sulit dideteksi dan diatasi dibandingkan dengan serangan siber konvensional.

Menurut survei tersebut, tantangan utama yang dihadapi oleh responden di Indonesia termasuk kurangnya pemahaman tentang risiko siber yang ditimbulkan oleh teknologi baru seperti AI, serta kurangnya strategi dan alat yang memadai untuk menghadapi serangan siber yang semakin canggih.

survei-40-responden-di-indonesia-belum-siap-hadapi-serangan-siber-menggunakan-ai

Cisco, yang meluncurkan solusi keamanan AI pertama bernama Cisco AI Defense, juga mengungkapkan bahwa hanya 40% responden di Indonesia yang merasa siap menghadapi ancaman siber dengan menggunakan AI. Solusi ini dirancang untuk membantu organisasi mengidentifikasi dan merespons ancaman siber yang lebih kompleks dengan memanfaatkan teknologi AI.

Dengan adanya ancaman serangan siber yang semakin canggih, diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kesiapan dan kapasitas dalam menghadapi serangan siber yang menggunakan AI. Organisasi dan individu di Indonesia perlu meningkatkan pemahaman mereka tentang risiko siber yang ditimbulkan oleh teknologi AI serta mengadopsi alat dan strategi yang lebih canggih untuk melindungi data dan sistem mereka dari ancaman siber.