reachfar – Presiden AS Donald Trump secara resmi menghentikan pengiriman bantuan militer ke Ukraina pada 3 Maret 2025, menyusul ketegangan dengan Presiden Volodymyr Zelensky dalam pertemuan di Oval Office pada 28 Februari19. Keputusan ini berpotensi memperparah kerentanan warga sipil Ukraina terhadap serangan rudal dan drone Rusia, terutama tanpa sistem pertahanan udara kritis seperti Patriot.
Latar Belakang Penghentian Bantuan
Trump mengklaim penghentian sementara ini bertujuan memaksa Ukraina berkomitmen pada “proses perdamaian” dengan Rusia. Namun, pejabat Gedung Putih menyatakan bantuan hanya akan dilanjutkan jika Zelensky memenuhi syarat politik Trump, termasuk permintaan maaf publik atas insiden di Oval Office19. Bantuan yang dihentikan mencakup rudal jarak jauh ATACMS, amunisi artileri, dan suku cadang sistem Patriot—yang menjadi andalan Ukraina untuk menangkis serangan rudal hipersonik Rusia.
Dampak pada Pertahanan Sipil
Ahli militer memperingatkan bahwa tanpa pasokan AS, kemampuan Ukraina melindungi kota-kota dari serangan udara Rusia akan melemah signifikan212. Dmytro Zhmailo, analis militer Ukraina, menekankan bahwa Patriot adalah satu-satunya sistem yang mampu menghadapi rudal Kinzhal Rusia3. Sejak 2022, AS telah mengirimkan 3 sistem Patriot dan 12 NASAMS ke Ukraina, yang kini terancam kehabisan amunisi.
Serhiy, pilot drone di Kharkiv, menyatakan: “Ini berarti tekanan lebih besar pada kota dan warga sipil”3. Serangan Rusia baru-baru ini di Kryvyi Rih (menewaskan 2 orang dan melukai 28) menjadi contoh risiko yang meningkat tanpa perlindungan memadai.
Respons Ukraina dan Upaya Bertahan
Zelensky menyebut keputusan Trump sebagai “bantuan untuk Putin”4, tetapi tetap menyatakan kesediaan bernegosiasi dengan syarat gencatan serangan udara dan laut jika Rusia melakukan hal sama319. Pejabat Ukraina mengaku masih mampu memenuhi 40% kebutuhan militer secara mandiri, sementara Eropa menyumbang 30%4. Namun, Eropa tidak bisa menggantikan sistem pertahanan udara AS.
Mark Cancian dari CSIS memperkirakan dampak penghentian bantuan akan terasa dalam 2-4 bulan, dengan garis depan Ukraina berisiko kolaps1. Sementara itu, intelijen Ukraina melaporkan persiapan Rusia meluncurkan 500 drone dalam serangan besar.
Kritik Internasional
Keputusan Trump menuai kecaman luas. Institut Studi Perang (ISW) AS menyebut langkah ini “menguntungkan Putin” dan berisiko memicu agresi lebih luas Rusia di Eropa8. Kremlin menyambut positif penghentian bantuan, sementara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan perlunya jaminan keamanan untuk Ukraina dalam perundingan damai.
Analis Malcolm Chalmers menekankan bahwa 20% pasokan AS adalah “yang paling mematikan dan penting” bagi pertahanan Ukraina4. Tanpa bantuan ini, Zelensky diprediksi menghadapi pilihan sulit: menyerah pada tekanan Rusia atau terus berperang dengan sumber daya terbatas.
Sementara Trump bersikeras pada “solusi damai”, warga sipil Ukraina bersiap menghadapi gelombang baru serangan maut—dengan sedikit perlindungan dari langit.