reachfar.org

reachfar.org – Israel telah meningkatkan serangan udaranya di Rafah, yang berujung pada pengumuman rencana evakuasi warga sipil dari wilayah selatan Gaza. Ini merupakan bagian dari strategi serangan besar-besaran yang dipertimbangkan oleh Israel, meskipun ada peringatan dari sekutu internasional tentang potensi korban jiwa yang besar. Pada tanggal 25 April 2024, serangan udara di Rafah menargetkan beberapa rumah dan menewaskan enam orang, termasuk seorang jurnalis.

PBB dan Keamanan Sipil di Gaza

Pernyataan Duta Besar Palestina untuk PBB:
Duta besar Palestina untuk PBB, Ibrahim Khraishi, menyampaikan kekhawatiran mendalam mengenai situasi di Rafah, di mana warga sipil terjebak tanpa akses ke daerah yang lebih aman. Dengan Gaza sebagai salah satu wilayah terpadat penduduk di dunia, konflik berkepanjangan ini menempatkan tekanan besar pada penduduk sipil.

Situasi Kemanusiaan yang Memburuk

Krisis Kemanusiaan Mengikuti Konflik:
Pasukan Israel terus melancarkan serangan udara yang tidak hanya terbatas pada Rafah tetapi juga meliputi wilayah utara, tengah, dan timur Khan Younis di Gaza. Tujuan utama dari serangan tersebut adalah mengeliminasi kekuatan Hamas, namun strategi mereka masih belum jelas.

Dampak Kemanusiaan dan Pengungsi

Risiko bagi Petugas Kemanusiaan:
Serangan udara di Gaza juga membahayakan petugas kemanusiaan PBB, yang terpaksa mencari perlindungan saat serangan terjadi di dekat lokasi persiapan bantuan maritim.

Laporan PBB tentang Kondisi Gaza:
Otoritas kesehatan di Gaza melaporkan korban jiwa yang tinggi di antara warga Palestina, dengan infrastruktur perkotaan yang hancur dan 2,3 juta penduduk yang terpaksa mengungsi. Kekurangan makanan, air, dan layanan kesehatan adalah beberapa dari banyak tantangan yang dihadapi para pengungsi.

Perspektif dan Strategi Israel dalam Konflik

Balasan Israel terhadap Aksi Hamas:
Serangan-serangan Israel dijustifikasi sebagai respons terhadap serangan Hamas yang terjadi pada 7 Oktober, yang menimbulkan banyak korban jiwa dan penyanderaan. Dalam konteks ini, Hamas, yang didukung oleh Iran, menyatakan komitmennya untuk melawan keberadaan Israel di wilayah Palestina.

Rapat Kabinet Perang Israel:
Kabinet Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengadakan pertemuan untuk membahas strategi penghancuran sisa pasukan Hamas, dengan fokus di Rafah dan wilayah lain. Meskipun rencana operasi darat belum diumumkan, persiapan untuk evakuasi warga sipil telah dimulai.

Kondisi Pengungsian dan Kesiapan Evakuasi

Pengungsi dan Prediksi Invasi:
Peningkatan serangan udara Israel telah mendorong sebagian warga untuk mengungsi ke wilayah pesisir al-Mawasi atau bergerak ke utara. Banyak dari mereka merasa tidak ada tempat yang benar-benar aman.

Pra-Evakuasi oleh Israel:
Israel telah mempersiapkan tenda-tenda untuk pengungsian, dengan citra satelit yang menunjukkan pembangunan kamp-kamp pengungsi di wilayah pantai.

Eskalasi konflik di Rafah menyoroti serangan udara intensif Israel dan situasi kemanusiaan yang memprihatinkan, sebagaimana dilaporkan oleh PBB. Warga sipil Gaza menghadapi dilema keamanan sambil berusaha mencari tempat perlindungan yang aman. Pada saat yang sama, Israel sedang merancang strategi untuk melanjutkan operasi militer mereka dengan potensi evakuasi warga sebagai bagian dari rencana aksi.