Aksi Viral Gus Miftah Hina Penjual Es Teh Jadi Sorotan Media Singapura dan Malaysia

reachfar – Setelah pernyataan dari Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang mengkritik aksi viral dari penceramah terkenal Indonesia, Gus Miftah, media di Singapura juga turut menyoroti insiden tersebut. Gus Miftah menjadi sorotan setelah video dirinya menghina penjual es teh di Magelang, Jawa Tengah, viral di media sosial.

Dalam video yang viral, Gus Miftah terlihat mengolok-olok penjual es teh bernama Sunhaji saat sedang memberikan ceramah di sebuah acara keagamaan. “Masih banyak es tehmu? Ya sana jual goblok! Jual dulu. Nanti kalau belum laku, ya sudah takdir,” ujar Gus Miftah dengan nada menghina, yang langsung memicu reaksi keras dari netizen dan berbagai pihak.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyebut tindakan Gus Miftah sebagai bentuk kesombongan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang penceramah. “Ini adalah contoh bagaimana kesombongan bisa muncul bahkan dari seorang penceramah,” kata Anwar dalam sebuah wawancara di Malaysia Gazette TV.

Tidak hanya dari Malaysia, media di Singapura juga memberikan perhatian besar terhadap insiden ini. Channel News Asia (CNA) melaporkan bahwa aksi Gus Miftah telah memicu reaksi luas di Indonesia dan negara-negara tetangga, dengan banyak pihak mengecam tindakan tidak pantas tersebut.

Akibat insiden ini, Gus Miftah mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi Utusan Khusus Presiden untuk Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. “Saya membuat keputusan ini dengan penuh kesadaran setelah banyak merenung. Saya mengundurkan diri,” ujar Gus Miftah dalam konferensi pers di Yogyakarta.

aksi-viral-gus-miftah-hina-penjual-es-teh-jadi-sorotan-media-singapura-dan-malaysia

Selain itu, Gus Miftah juga melakukan kunjungan ke rumah Sunhaji untuk meminta maaf secara langsung. Dalam pertemuan tersebut, mereka berdua berpelukan dan Gus Miftah menyatakan penyesalannya atas peristiwa tersebut.

Insiden ini juga memicu gelombang dukungan untuk Sunhaji. Banyak pihak, termasuk publik figur dan masyarakat umum, memberikan bantuan finansial dan dukungan moral kepada Sunhaji. Beberapa artis seperti Shireen Sungkar dan Irish Bella juga turut menyuarakan dukungan mereka dan berusaha memberikan bantuan kepada Sunhaj.

Insiden yang melibatkan Gus Miftah dan penjual es teh Sunhaji telah menjadi sorotan internasional, dengan media di Malaysia dan Singapura memberikan perhatian besar terhadap peristiwa ini. Reaksi keras dari berbagai pihak dan pengunduran diri Gus Miftah menunjukkan betapa pentingnya menjaga etika dan tata krama dalam berinteraksi, terutama bagi figur publik seperti penceramah.

Daftar Lengkap 59 Calon Wakil Menteri Prabowo: Termasuk Tokoh Populer Seperti Raffi Ahmad dan Gus Miftah

reachfar – Presiden terpilih Prabowo Subianto telah melakukan langkah signifikan dalam mempersiapkan kabinetnya dengan memanggil puluhan tokoh dari berbagai latar belakang ke kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan. Pemanggilan ini berlangsung pada Senin dan Selasa, 14-15 Oktober 2024, dan bertujuan untuk mengisi posisi calon menteri serta wakil menteri (wamen) di kabinet Prabowo-Gibran.

Pada hari ini, Selasa (15/10/2024), Prabowo memanggil sebanyak 59 tokoh yang dipertimbangkan untuk mengisi posisi penting, termasuk calon wakil menteri dan kepala badan atau lembaga pemerintah. Beberapa nama yang mencuri perhatian dari daftar tersebut adalah Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta, Mantan Walikota Bogor Bima Arya, artis sekaligus pengusaha Raffi Ahmad, pengacara Otto Hasibuan, dan tokoh agama Gus Miftah.

Proses pemilihan ini mencerminkan keinginan Prabowo untuk membentuk kabinet yang beragam dan mencakup berbagai elemen masyarakat. Dengan melibatkan tokoh-tokoh dari dunia politik, bisnis, akademisi, dan hiburan, Prabowo berharap dapat membawa perspektif yang berbeda dalam pemerintahan yang akan datang.

Raffi Ahmad, yang dikenal sebagai salah satu selebritas terkemuka di Indonesia, memiliki pengalaman yang luas dalam dunia bisnis dan hiburan. Sementara itu, Gus Miftah, sebagai tokoh agama, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam aspek keagamaan dan sosial dalam pemerintahan.

daftar-lengkap-59-calon-wakil-menteri-prabowo-termasuk-tokoh-populer-seperti-raffi-ahmad-dan-gus-miftah
Artis dan pengusaha Raffi Ahmad menyapa wartawan dengan ceria setibanya di kediaman Presiden Terpilih Prabowo Subianto di Jakarta pada Selasa (15/10/2024).

Otto Hasibuan, seorang pengacara terkemuka, juga membawa latar belakang hukum yang penting dalam kabinet. Anis Matta dan Bima Arya, dengan pengalaman mereka dalam politik, akan berperan dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada masyarakat.

Pertemuan di kediaman Prabowo berlangsung hangat dan produktif. Para tokoh diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan mereka mengenai berbagai isu yang dihadapi bangsa, serta memberikan masukan terkait peran yang bisa mereka jalankan jika terpilih menjadi wakil menteri atau kepala badan.

Prabowo sendiri tampak antusias menyambut kedatangan para tokoh ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mencapai tujuan pembangunan nasional. “Kami ingin mendengar langsung dari kalian, karena kalian adalah bagian penting dari perjalanan bangsa ini,” ujarnya.

Meskipun nama-nama yang dipanggil telah muncul, keputusan resmi mengenai siapa yang akan mengisi posisi wakil menteri dan kepala badan pemerintah masih menunggu pengumuman resmi dari Prabowo. Para calon diharapkan dapat mempersiapkan diri untuk menjalankan amanah jika terpilih nanti.

daftar-lengkap-59-calon-wakil-menteri-prabowo-termasuk-tokoh-populer-seperti-raffi-ahmad-dan-gus-miftah

Dengan langkah ini, Prabowo menunjukkan komitmennya untuk membangun kabinet yang tidak hanya kuat dalam segi kepemimpinan, tetapi juga beragam dalam representasi. Semua pihak kini menantikan keputusan final dari Presiden terpilih, yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi Indonesia.

Dengan adanya 59 calon wakil menteri yang beragam, kabinet Prabowo-Gibran berpotensi untuk menciptakan kebijakan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Keterlibatan tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa pemerintahan mendatang ingin melibatkan semua elemen masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Kini, publik menunggu langkah selanjutnya dari Prabowo dan timnya untuk melihat bagaimana visi dan misi mereka akan terwujud dalam kebijakan yang konkret.